Post Page Advertisement [Top]

bisnis

Restoran dan Hotel di Makassar Boleh Beroperasi Selama PSBB, Asalkan

psbb makassar, restoran, hotel
Restoran dan Hotel di Makassar Boleh Beroperasi Selama PSBB, Asalkan

Kota Makassar akhirnya mengikuti jejak daerah lainnya di Indonesia yang lebih dulu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini telah dituangkan ke dalam Peraturan Walikota Makassar Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan.

Perwali ini ditetapkan di Makassar dan ditandatangani oleh Pj. Walikota Makassar, Muh. Iqbal S. Suhaeb serta diundangkan pada 20 April 2020 dan ditandatagani oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, M. Ansar.

Dalam peraturan tersebut, ada 6 jenis kegiatan yang dibatasi pergerakannya, yaitu kegiatan pembelajaran di sekolah dan institusi pendidikan lainnya, kegiatan perkantoran, kegiatan keagamaan , kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, dan pergerakan orang dan barang dengan menggunakan moda transportasi.

Bentuk pembatasan aktifitas bekerja di tempat kerja yaitu dengan melakukan penghentian sementara aktifitas bekerja di tempat kerja atau kantor. Namun, ada beberapa sektor yang dikecualikan, yaitu sektor kesehatan, sektor bahan pangan/makanan/minuman, sektor energi, sektor komunikasi dan teknologi informasi, media cetak, media elektronik, dan media online, sektor keuangan, sektor logistik, sektor perhotelan, sektor konstruksi, sektor industri strategis, sektor pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu, dan sektor kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, restoran atau sejenisnya dan hotel di Makassar masih boleh beroperasi selama masa PSBB ini berlaku. Meskipun demikian, penanggungjawab kedua sektor tersebut harus mematuhi aturan yang diberlakukan dalam peraturan walikota ini.

Ada beberapa ketentuan yang harus dijalankan oleh penanggungjawab restoran dan hotel kalau ingin usahanya tetap beroperassi selama masa PSBB berlangsung.

Restoran


Restoran merupakan sebuah bangunan yang dikelola secara komersial untuk memenuhi kebutuhan pangan orang banyak. Restoran ada yang dikelola bersama dengan hotel, dalam artian merupakan bagian yang terintegrasi dengan hotel, tapi ada juga restoran yang dikelola secara terpisah alias mandiri dan tidak terikat dengan hotel.

Karena kedekatan bisnis secara horizontal, maka organisasi yang menaungi para pemilik usaha restoran sama dengan organisasi yang menaungi pebisnis hotel, yaitu Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Restoran juga tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pariwisata karena sektor bisnis ini pasti dicari oleh wisatawan, baik yang datang secara mandiri maupun yang diantar oleh tour guide atau perwakilan agen travel.

Meskipun PSBB telah diberlakukan di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Indonesia, termasuk Kota Makassar, namun pemilik usaha restoran masih bisa bernafas lega karena diizinkan untuk tetap beroperasi. 

Tapi ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi oleh pemilik restoran agar tetap beroperasi selama masa PSBB, yaitu:

  1. Makanan atau minuman yang dipesan harus dibawa pulang, tidak boleh dimakan di tempat. Lebih disarankan agar melayani pembeli yang memesan melalui pemesanan secara daring atau telepon.
  2. Jika ada yang datang memesan, maka jarak antrean berdiri atau duduk antar pelanggan minimal 1 meter.
  3. Pegawai restoran harus menerapkan prinsip higenitas sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan.
  4. Meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan, dan penyajian dengan cara menyiapkan sarung tangan atau penjepit makanan.
  5. Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar.
  6. Membersihkan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
  7. Menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun bagi pelanggan dan pegawai.
  8. Melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare, dan sesak nafas.
  9. Mengharuskan bagi penjamah makanan untuk menggunakan sarung tangan, masker kepala, dan pakaian kerja sesuai pedoman kesehatan dan keselamatan kerja.

Hotel


Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi yang menaungi seluruh hotel yang ada di Indonesia sama dengan restoran yakni PHRI. Ada hotel yang juga memiliki restoran di dalamnya, namun ada juga yang tidak.

Hotel juga merupakan tandem sejati dari agen travel dan tour guide. Dalam paket tur yang biasa dijajakan oleh agen travel, hotel pasti menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Namun di saat pandemik corona mewabah, industri pariwisata menjadi korban pertamanya. Hal ini berbeda dialami oleh industri perhotelan. Meskipun telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, industri yang menyediakan layanan akomodasi ini masih bisa bergerak.

Sama halnya dengan restoran, pergerakan pelaku usaha perhotelan memang sangat dibatasi dalam PSBB di Makassar dan daerah yang telah menerapkan PSBB. Berikut pembatasannya.

  1. Menyediakan layanan khusus bagi tamu yang ingin melakukan isolasi mandiri.
  2. Membatasi tamu hanya dapat beraktifitas dalam kamar hotel dengan memanfaatkan layanan kamar.
  3. Meniadakan aktifitas dan/atau menutup layanan fasilitas hotel yang dapat menciptakan kerumunan orang dalam area hotel.
  4. Melarang tamu yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh diatas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas untuk masuk hotel.
  5. Mengharuskan karyawan untuk menggunakan masker, sarung tangan, dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

No comments:

Post a comment

Bottom Ad [Post Page]