Post Page Advertisement [Top]

travel

AirAsia Indonesia Kembali Mengudara Pada 8 Juni Mendatang, Siapkan Dokumen Ini

AirAsia Indonesia
Maskapai AirAsia (Sumber: Pixabay.com)

Setelah kurang lebih 2 (dua) bulan tidak melayani penumpang, kini pihak manajemen AirAsia Indonesia (kode penerbangan QZ) telah mengumumkan bahwa maskapai multinasional ini akan segera kembali membuka layanan penerbangannya pada 8 Juni 2020. Informasi ini kami dapatkan langsung di situs resmi airasia.com, Jumat (29/5/2020).

Hal ini dilakukan sesuai dengan perkembangan kondisi terbaru pandemi Covid-19 di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Terlebih lagi Pemerintah telah memberikan izin kepada maskapai untuk mengangkut penumpang khusus. 

Meskipun akan melayani rute domestik dan internasional, pihak AirAsia Indonesia mengatakan bahwa pengoperasian penerbangan akan dilakukan secara bertahap dan dibuka hanya untuk rute-rute tertentu. Sayang, sampai artikel ini ditulis kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai rute mana saja yaang dimaksud.

Pihak AirAsia Indonesia hanya menyarankan kepada pelanggannya untuk mengecek rute di situs mereka atau melalui aplikasi AirAsia. Tapi kami telah melakukan penelusuran di sistem reservasi online tiket pesawat yang kami miliki. 

Adapun rute yang kami riset adalah Jakarta (CGK) - Medan (KNO) untuk jadwal penerbangan 8 Juni 2020. Dari pantauan kami, hanya ada 1 (satu) jadwal penerbangan untuk rute tersebut, yaitu pada pukul 06:30 WIB. Harganya pun dibanderol mulai dari Rp724.150 sampai dengan Rp1.776.465 per penumpang dewasa.

Buat sobat traveler yang ingin mengecek rute lainnya, silakan hubungi Admin AyoPigi DISINI atau cek secara mandiri dengan cara akses https://tiket.ayopigi.com

Dokumen Perjalanan Ditengah Pandemi

dokumen perjalanan
Ilustrasi Dokumen Perjalanan (Sumber: Pixabay.com)

Pihak AirAsia juga mengimbau kepada pelanggannya agar melengkapi dokumen perjalanan sebagaimana yang telah diatur di dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 5/2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Perlu sobat traveler ketahui bahwa tidak semua orang diizinkan untuk melakukan perjalanan pada semua matra (laut, darat, dan udara). Adapun kriteria orang yang diperbolehkan melakukan perjalanan yaitu:

Pertama, orang yang bekerja, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta, untuk sektor pelayanan percepatan penanganan Covid-19; pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; pelayanan kesehatan; pelayanan kebutuhan dasar; pelayanan pendukung layanan dasar; dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Kedua, pasien yang dirujuk ke rumah sakit daerah lain.

Ketiga, keluarga inti yang ingin menjenguk keluarganya yang sakit keras atau meninggal dunia.

Keempat, repatriasi WNI, baik mereka yang bekerja sebagai buruh migran maupun yang sedang kuliah/sekolah.

Nah, jika sobat traveler termasuk kedalam kriteria di atas, maka sobat bisa melakukan perjalanan bersama AirAsia Indonesia. Sekarang tinggal persiapkan dokumen perjalanannya, ya. Berikut adalah dokumen perjalanan yang wajib sobat siapkan jika ingin melakukan perjalanan di tengah pandemi ini.

1. Kartu Identitas


Buat sobat yang hanya ingin melakukan perjalanan domestik, cukup membawa KTP elektronik. Tapi buat sobat yang ingin melakukan perjalanan internasional, harus membawa paspor sebagai identitas internasional resmi sobat.

2. Sertifikat Kesehatan


Ada 3 (tiga) jenis Seritifikat Kesehatan yang dipersyaratkan oleh Pemerintah. Sobat tinggal memilih saja yang mana sobat merasa nyaman mengurusnya dan berdasarkan ketersediaannya.

Buat sobat yang tinggal di daerah yang memiliki fasilitas PCR Test atau Rapid Test, maka sobat harus mengurus salah satunya saja. boleh PCR saja, boleh Rapid Test saja. Sesuaikan saja dengan kebutuhan sobat.

Kalau sobat memilih melakukan tes PCR, maka paling lambat keberangkatan sobat 7 (tujuh) hari setelah hasilnya keluar. Sedangkan jika sobat memilih melakukan Rapid Test, maka paling lambat keberangkatan sobat 3 (tiga) hari setelah hasilnya keluar.

Lalu, bagaimana jika daerah sobat tidak memiliki fasilitas tes Covid-19 yang dimaksud?

Jika itu memang keadaanya, maka sobat harus mengurus surat kesehatan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness). Tapi sayang, tidak dijelaskan batas maksimal keberangkatan untuk jenis sertifikat kesehatan ini di dalam Surat Edaran.

3. Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik


Sebelumnya, kartu kewaspadaan kesehatan bisa diperoleh dan diisi secara offline di bandara keberangkatan atau kedatangan. Namun, sekarang untuk meminimalisir antrian dan penumpukan, maka kartu ini harus diisi secara online.

Sobat bisa mendapatkan kartu ini dengan cara mengkases http://sinarkes.kemkes.go.id/ehac atau silakan unduh aplikasinya di PlayStore.

4. Surat Pernyataan


Sobat juga diharuskan mengisi surat pernyataan yang dikeluarkan oleh AirAsia Indonesia yang bisa diunduh langsung di situs airasia.comBerdasarkan pantauan kami, surat pernyataan tersebut bisa dikatakan cek list untuk setiap dokumen yang dipersyaratkan.

Ada 2 (dua) bahasa yang digunakan dalam surat pernyataan tersebut, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kalau sobat hanya ingin melakukan perjalanan domestik, isi bagian yang berbahasa Indonesia saja, tapi untuk rute internasional isi bagian yang berbahasa Inggris.

Dan yang lebih mudahnya lagi, surat pernyataan ini tidak perlu sobat beri materai. Cukup nama lengkap dan tanda tangan sobat. So simple, isn't it?

5. Surat Tugas


Sebelumnya disebutkan bahwa orang yang diizinkan melakukan perjalanan hanyalah orang-orang yang bekerja di sektor tertentu, sehingga untuk membuktikannya sobat harus mampu memperlihatkan surat tugas/surat jalan/surat perjalanan dinas kepada pihak pengelola bandara.

Buat sobat yang bekerja di lembaga pemerintahan, maka surat tugas/dinas yang dikeluarkan harus ditandatangani minimal pejabat setingkat eselon 2. Sedangakn buat sobat yang bekerja di BUMN/BUMD atau lembaga swasta, maka surat tugas yang dikeluarkan harus ditandantangani oleh kepala kantor/direktur/direksi.

Lalu, bagaimana dengan pemimpin perusahaan atau pekerja yang tidak memiliki lembaga manapun?

Cukup buat surat pernyataan bahwa Anda adalah sebuah pemimpin perusahaan atau tidak memiliki lembaga dan ingin melakukan perjalanan bisnis ke daerah lain. Surat pernyataan ini harus ditanda tangani di atas materai dan diketahui oleh Lurah atau Kades setempat.

6. Surat Rujukan


Dokumen ini khusus buat pasien yang akan melakukan perjalanan ke daerah lain dalam rangka mendapatkan perawatan di runah sakit yang dirujuk. Surat ini juga bisa digunakan oleh keluarga inti pasien yang ingin menjenguknya.

Kalau keluarga inti sobat tidak dirujuk kemana-mana, cukup surat keterangan dari rumah sakit tempat keluarga sobat dirawat bahwa keluarga sobat memang dirawat di rumah sakit yang bersangkutan dan penyakitnya ini dan itu.

7. Surat Keterangan Repatriasi


Ada 3 (tiga) jenis surat keterangan repatriasi yang bisa dikeluarkan, yaitu:

Pertama, surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) jika sobat adalah pekerja migran Indonesia.

Kedua, surat keterangan dari kampus atau sekolah jika sobat berstatus mahasiswa atau pelajar.

Ketiga, surat keterangan dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri jika sobat tidak termasuk ke dalam kedua kriteria sebelumnya.

Dokumen Tambahan untuk Destinasi Jakarta dan Bali

SIKM Jakarta
Ilustrasi Cara Mengurus SIKM Jakarta (Sumber: corona.jakarta.go.id)

Dokumen perjalanan di atas yang telah disebutkan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, kecuali jika sobat ingin masuk ke Propinsi DKI Jakarta atau Bali. Khusus 2 (dua) propinsi tersebut, setiap orang yang ingin memasukinya harus memiliki dokumen tambahan, yakni:

1. Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta


SIKM merupakan dokumen yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan perjalanan ke/dari Jakarta. Berdasarkan pantauan kami, ada 2 (dua) jenis SIKM, yaitu SIKM Perjalanan Sekali dan SIKM Perjalanan Berulang.

Persyaratannya pun terbagi atas 2 jenis berdasarkan wilayah domisili. Untuk warga yang berdomisili di DKI Jakarta, maka wajib menyediakan dokumen persyaratan sebagai berikut:
  • Surat pengantar dari RT yang diketahui oleh RW tempat tinggalnya.
  • Surat pernyataan sehat bermaterai.
  • Surat keterangan, bisa dipilih sesuai kebutuhan: surat dinas keluar Jabodetabek (untuk perjalanan sekali); surat keterangan bekerja bagi pekerja yang tempat kerjanya di luar Jabodetabek (untuk perjalanan berulang); atau surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek (untuk perjalanan berulang).
  • Pas foto berwarna. 
  • Hasil scan e-KTP.
Sedangkan untuk warga yang domisilinya di luar Jabodetabek harus menyiapkan dokumen sebagai berikut:
  • Surat keterangan dari Kelurahan atau Desa setempat.
  • Surat pernyataan sehat bermaterai.
  • Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta yang dikeluarkan oleh kantor tempat yang bersangkutan bekerja (untuk perjalanan berulang).
  • Surat Tugas /Undangan dari instansi/perusahaan tempat bekerja di Jakarta.
  • Surat jaminan bermaterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di DKI Jakarta yang diketahui oleh Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali)
  • Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat.
  • Pas foto berwarna.
  • Hasil scan e-KTP.
Untuk mengurus SIKM Jakarta ini, sobat harus melakukannya secara daring (online) di situs corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta lalu klik tombol "Urus SIKM". Setelah menekan tombol tersebut, sobat akan diarahkan ke laman JakEvo.

2. Pendataan Peserta Pelaku Perjalanan ke Bali


Setiap orang yang ingin memasuki wilayah Bali wajib mengisi data secara daring di laman https://cekdiri.baliprov.go.id/registration agar bisa mendapatkan akses berkunjung ke Pulau Dewata ini.

Ada 2 (dua) jenis pendataan yang diberlakukan di laman tersebut, yaitu Pendataan WNI dan WNA. Kali ini Admin AyoPigi hanya menjelaskan Pendataan WNI saja karena artikel ini memang dikhususkan untuk pelancong dalam negeri.

Yang harus sobat isi di laman tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, identitas sobat berdasarkan e-KTP. Kalau sobat ber-KTP Bali, maka sobat bisa lakukan pengisian secara otomatis dengan cara menekan tombol "Load Data KTP Bali". Namun bila sobat ber-KTP non-Bali, maka sobat harus mengisinya secara manual.

Kedua, masukkan hasil scan e-KTP sobat dengan cara menekan tombol "Choose File" yang ada di bagian "Data Isian". Selain mengunggah e-KTP, sobat juga harus mengisi beberapa bagian yang wajib diisi, yaitu Nomor telepon, Email, Kategori Pelaku Perjalanan (Dalam/Luar Negeri), Tanggal Kedatangan, Tujuan Perjalanan, Keperluan Perjalanan, Negara Asal Keberangkatan, Kategori Lokasi Tujuan, Estimasi Tanggal Masuk Desa Adat/Check in Hotel, Kabupaten Tujuan/Transit, dan Kecamatan Tujuan/Transit.

Ketiga, sobat harus membuktikan bahwa sobat memiliki penjamin yang berdomisili di Bali dengan cara mengunggah Surat Pernyataan Penjamin.

Keempat, unggah surat keterangan bebas Covid-19 beserta sertifikatnya yang sobat miliki.

Kelima, sobat harus menginformasikan kunjungan sobat dalam 14 hari terakhir. Kalau tidak pernah berkunjung kemana pun, cukup masukkan nama propinsi asal sobat.

Keenam, bagian terakhir adalah informasikan keluhan yang sobat rasakan saat itu juga. Kalau memang tidak ada, ya klik bulatan "Tidak".

Nah, itu dia sobat informasi mengenai kapan AirAsia akan mengudara kembali dan dokumen perjalanan apa saja yang wajib sobat sediakan. Sampai jumpa di artikel berikutnya, ya.

No comments:

Post a comment

Bottom Ad [Post Page]