Post Page Advertisement [Top]

travel

Tidak Ada Lagi Pengecualian, Semua Orang Boleh Bepergian Kemana Saja

travel
Ilustrasi kesenangan karena telah boleh bepergian (Sumber: Pexels.com)

Saat Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 dan 5 Tahun 2020 dikeluarkan, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh bepergian. Mereka adalah tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, petugas kesehatan/medis, petugas keamanan dan ketertiban umum, ASN/TNI/Polri, pegawai BUMN/D, serta pengusaha atau karyawan yang bergerak di bidang telekomunikasi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

Tapi itu semua kini jadi kenangan dan Anda tidak usah khawatir akan kena razia di perbatasan karena semua orang kini bebas bepergian kemana saja dan kapan saja. Terserah Anda mau kemana. Mau ke Jakarta, Bali, Makassar, atau Anda yang bermukim di luar negeri kini bebas masuk ke Indonesia.

Ini semua karena kedua surat edaran tersebut telah resmi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Ada 2 (dua) poin yang harus Anda ketahui mengenai SE baru ini, yaitu:

1. Maksud dan Tujuan

maksud dan tujuan
Ilustrasi maksud dan tujuan (Sumber: Pexels.com)

Mungkin pemikiran Anda dan saya sama saat mengetahui bahwa semua orang sekarang sudah boleh bepergian ditengah pandemi Covid-19, yaitu apa maksud dan tujuan dikeluarkannya SE tersebut.

Bila dilihat dari judul SE tersebut, maka tujuan dibolehkannya semua orang bepergian padahal pandemi Covid-19 belum berakhir adalah agar masyarakat Indonesia mampu beradaptasi dengan keadaan yang disebut dengan "New Normal" dan agar masyarakat kembali produktif setelah kurang lebih 2 (dua) bulan harus tinggal di rumah saja.

Adapun maksud dan tujuan dikeluarkannya SE ini lebih detail disebutkan dalam SE tersebut. SE terbaru ini dikeluarkan dengan maksud sebagai panduan bagi setiap orang yang ingin bepergian ditengah pandemi Covid-19.

Sedangkan tujuan dikeluarkannya SE tersebut adalah meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru bagi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman dari Covid-19 dan meningkatkan pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

Frasa 'produktif dan aman' disengaja dibuat tebal dan digarisbawahi oleh penulis sebagai penekanan dari dibolehkannya setiap individu untuk bepergian ditengah pandemi ini.

Masyarakat diharapkan mampu mengembalikan produktifitasnya ditengah pendemi dan tetap memperhatikan faktor keamanan dari Covid-19. Lalu, bagaimana agar kita tetap bisa aman dari Covid-19 disaat bepergian?

Jawabannya ada di dalam bagian di bawah ini. Jadi, tetap baca ya, sobat.

2. Kriteria dan Persyaratan

kriteria dan persyaratan

Kriteria orang yang dibolehkan melakukan perjalanan tidak berdasarkan kepada ruang lingkup pekerjaannya lagi, melainkan kepada apakah pelancong berasal dari dalam atau luar negeri.

Baik dari dalam ataupun luar negeri, setiap pelancong harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh WHO, yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Pelancong dari Dalam Negeri


Selain harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang telah disebutkan di atas, setiap orang yang melakukan perjalanan secara domestik harus melengkapi diri dengan berbagai dokumen, seperti:

  1. Identitas diri, seperti KTP atau SIM; dan
  2. Surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji tes cepat (Rapid Test) dengan hasil non reaktif;

Jika daerah asal pelancong tidak memiliki fasilitas kedua pengujian yang ada di poin 2 di atas, maka pelancong harus mengurus surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas.

Oh iya, hasil PCR dan Rapid Test memiliki masa berlakunya loh. PCR Test maksimal 7 hari, sedangkan Rapid Test hanya 3 hari sejak dikeluarkannya. Jadi sobat traveler harus segera berangkat secepatnya ya sebelum masa berlaku tesnya habis.

Selain dokumen di atas, setiap orang yang melakukan perjalanan domestik harus mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi yang bisa diunduh di Playstore (pengguna Android) dan Appstore (pengguna iOS).

Pelancong dari Luar Negeri


Berdasarkan SE Gugus Tugas No. 7/2020, setiap orang yang ingin memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus menunjukkan hasil tes PCR dari negara keberangkatan.

Bila tidak memiliki hasil uji PCR, maka sang pelancong harus mengikuti tes PCR yang dilakukan di bandara kedatangan, dan harus dikarantina di hotel/penginapan yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina Covid-19 dari Kemenkes selama hasil tes PCR belum keluar.

Seperti kita ketahui bahwa tidak semua gerbang untuk memasuki Indonesia ada di bandara atau pelabuhan, tapi juga ada yang lintas darat, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam ada di Kalimantan, serta Timor Leste yang ada di Nusa Tenggara.

Setiap perbatasan tersebut memiliki Pos Lintas Batas Negara yang kemungkinan tidak memiliki fasilitas PCR Test. Jika itu terjadi, maka pelancong boleh menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza dan harus mengikuti Rapid Test

Selain itu, setiap pelancong dari luar negeri juga wajib mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi yang bisa diunduh di Playstore atau Appstore.

Nah, itu tadi sobat traveler mengenai kriteria dan persyaratan jika sobat ingin bepergian ditengah pandemi Covid-19. Tidak usah ragu. Cukup ikuti protokol kesehatan dan lengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Insyaa Allah, aman dan sehat.

Sampai jumpa di artikel berikutnya, ya. Stay safe and healthy!

No comments:

Post a comment

Bottom Ad [Post Page]